We’ve ranked the top psychology schools in the country for students preparing for careers that require a psychology degree. We’ve rated the best schools according to their overall academic programs and since most psychology undergraduates go to grad school, we’ve also placed an emphasis on schools that best prepare students for a graduate school education.
1. Harvard: Among the numerous reasons for Harvard’s ranking as the top psychology program in the country would be the Psychology department’s faculty members. Harvard has employed some of the most prominent and respected members of the research community; B.F. Skinner, George Miller, and Jerome Bruner. These individuals have created paradigms of study which are taught in institutions of higher learning across the nation. Psychology majors can elect to pursue various curriculums based on their area of interest. Harvard offers a general studies option, mind, brain, and behavior track, a social and cognitive neurosciences curriculum, among others. Harvard students have the opportunity to continue after graduation into the graduate program and participate in revolutionary research programs.
2. Stanford: Stanford University’s psychology department has an award winning faculty. The curriculum focuses on understanding human behavior. Stanford’s psychology students engage in various research projects and are offered the opportunity to develop and design their own. Students are allowed to create a curriculum which focuses on a specialized field of study in which they are interested. Stanford offers an opportunity to engage in a coterminal program which allows them earn an advanced degree in psychology.
3. Yale: Yale University’s psychology department boasts among their faculty a substantial number of accomplished PhD’s. Yale requires students to successfully complete twelve specialized psychology courses and a senior project. The senior project allows students to utilize all of the skills and knowledge acquired to explore any aspect of psychological interest. Yale offers courses in every aspect of psychology from behavior to science to research methods. Psychology tutorials and research projects are also offered to Yale students. Baca entri selengkapnya »
Seringkali kita bisa menilai kepribadian atau intelektualitas seseorang dari kemampuan atau kebiasaan mereka memilih kata ketika berbicara. Sehingga kendala dalam berkomunikasi acap kali ditemui pada dua orang dengan intelektualitas, kecerdasan, wawasan, tingkat pendidikan, atau latar belakang berbeda, meski keduanya menggunakan bahasa yang sama. Dan jika ini terjadi, muncullah konflik, kerenggangan hubungan karena kesalahpahaman. Karenanya, kemampuan berkomunikasi dan saling memahami menjadi penting dalam hubungan interpersonal. Barangkali ini salah satu alasan kenapa dalam mencari pasangan hidup dianjurkan yang ‘sekufu’.
Seorang teman mengeluhkan kesulitannya untuk menghafal al quran. Baginya, seolah menghafal quran begitu berat dan tidak mungkin ia mampu lakukan.
Sadarkah antum bahwa berita yang kita dapatkan dalam siaran berita di televisi maupun lembaran koran seluruh dunia seputar perang Gaza rata-rata banyak sekali yang mengekspos penderitaan bangsa Palestina. Di sisi lain sering kali kita perhatikan ditampilkannya kabar bahwa seolah-olah Israel telah berhasil menang dalam peperangan yang mereka kobarkan di Gaza. Kita berhusnudzan, barangkali apa yang dilakukan media adalah cara mereka dalam memberi dukungan bagi rakyat Palestina. Semakin nampak penderitaan bangsa Palestina di hadapan dunia, maka otomatis akan semakin membangkitkan semangat pembelaan bagi rakyat Palestina. Namun nampaknya jarang sekali kita dengar kabar yang menggembirakan atas bangsa Palestina selama perang 22 hari di Gaza.
Satu Muharram, meski tidak termasuk orang yang mengistimewakan hari ini apalagi melakukan amalan-amalan khusus di hari tersebut, namun saya sering geli ketika denger di kajian-kajian yang bertepatan sama hari itu, beberapa pembicara pengajian, tidak satu atau dua yang sering menjadikan tema momen hijrah dan ma’na hijrah Rasulullah beserta kaum muslimin ke Madinah di kajian-kajian muharramnya. Padahal keduanya (satu muharram dan moment hijrah ke Madinah) tidak ada kaitannya.
Meski sudah dihargai 
komentar para tamu