Kangen sama tulisan-tulisan saya ya? (Hehe…ke-PeDe-an gak ya?)
Ya…ya… Saya sadar sudah lama tidak meng-update tulisan-tulisan di blog saya ini. Komentar seorang temen “mbak, pena nya dah kering ya??” haha..
Mmm…perlu alasan kah? Okey… baiklah…
Mmm… Saya mulai dari mana ya? (berpikir mode on)
Begini awal ceritanya…
Sejarah kemandegan postingan saya waktu itu disebabkan karena minimnya koneksi internet (gratisan) yang bisa saya dapatkan selepas saya lulus kuliah (S1). Hal ini membuat saya tidak seproduktif dulu, ketika masih ngampus (S1), dan dapat fasilitas internet dan wifi gratis. Namun, awalnya saya masih barang sekali dua kali tetep bisa posting dan update tulisan-tulisan baru. Hingga kemudian, saya banyak dihadapkan aktivitas-aktivitas (di kehidupan nyata) yang membuat saya semakin jarang bisa eksis di dunia maya ini (halah), termasuk semakin minimnya waktu luang untuk menuliskan ide-ide segar saya (narsis mode on). Lalu, karena jarang menulis, ternyata hal ini berdampak negatif pada intuisi dan kepekaan saya terhadap masalah-masalah yang bisa menjadi inspirasi untuk menulis. Mbulet gak penjelasan saya nih? Ya…sederhananya, kayaknya otak saya jadi tumpul gituh… Jadi, meski terkadang ada ide, tetep males buat nulis…itulah…
Kalau disimpulkan sebab-sebab blog ghuraba ini gak update:
- Minim koneksi internet
- Kesibukan pemilik blog
- Turunnya produktifitas menulis dari pemilik blog dikarenakan kemalasannya sendiri… heheh (gitu gak ya…)
Nah hingga akhirnya, sekarang saya menemukan kembali koneksi internet gratisaaaan… 1. di kampus, 2. modem (usb) punya kakak (namanya saja bukan punya sendiri, jadi sifatnya sementara…heh).
Oiya lupa kasih tahu… Saya sekarang Baca entri selengkapnya »
Seringkali kita bisa menilai kepribadian atau intelektualitas seseorang dari kemampuan atau kebiasaan mereka memilih kata ketika berbicara. Sehingga kendala dalam berkomunikasi acap kali ditemui pada dua orang dengan intelektualitas, kecerdasan, wawasan, tingkat pendidikan, atau latar belakang berbeda, meski keduanya menggunakan bahasa yang sama. Dan jika ini terjadi, muncullah konflik, kerenggangan hubungan karena kesalahpahaman. Karenanya, kemampuan berkomunikasi dan saling memahami menjadi penting dalam hubungan interpersonal. Barangkali ini salah satu alasan kenapa dalam mencari pasangan hidup dianjurkan yang ‘sekufu’.
Seorang teman mengeluhkan kesulitannya untuk menghafal al quran. Baginya, seolah menghafal quran begitu berat dan tidak mungkin ia mampu lakukan.
Sadarkah antum bahwa berita yang kita dapatkan dalam siaran berita di televisi maupun lembaran koran seluruh dunia seputar perang Gaza rata-rata banyak sekali yang mengekspos penderitaan bangsa Palestina. Di sisi lain sering kali kita perhatikan ditampilkannya kabar bahwa seolah-olah Israel telah berhasil menang dalam peperangan yang mereka kobarkan di Gaza. Kita berhusnudzan, barangkali apa yang dilakukan media adalah cara mereka dalam memberi dukungan bagi rakyat Palestina. Semakin nampak penderitaan bangsa Palestina di hadapan dunia, maka otomatis akan semakin membangkitkan semangat pembelaan bagi rakyat Palestina. Namun nampaknya jarang sekali kita dengar kabar yang menggembirakan atas bangsa Palestina selama perang 22 hari di Gaza.
Satu Muharram, meski tidak termasuk orang yang mengistimewakan hari ini apalagi melakukan amalan-amalan khusus di hari tersebut, namun saya sering geli ketika denger di kajian-kajian yang bertepatan sama hari itu, beberapa pembicara pengajian, tidak satu atau dua yang sering menjadikan tema momen hijrah dan ma’na hijrah Rasulullah beserta kaum muslimin ke Madinah di kajian-kajian muharramnya. Padahal keduanya (satu muharram dan moment hijrah ke Madinah) tidak ada kaitannya.
Meski sudah dihargai 
komentar para tamu