Gak terasa dah mulai masuk pertengahan syawal. Hingar bingar hari raya telah berlalu. Sanak kerabat yang mudik sudah kembali ke kota tinggalnya masing-masing. Rumah yang dulunya ramai, kini kembali sepi dan kembali kepada rutinitas harian. Barangkali, sisa2 kue lebaran yang masih tertata di ruang tamu, atau telah berpindah posisi di ruang keluarga, ruang makan, tersimpan di kulkas, atau bahkan ada yang ‘hijrah’ ke kamar tidur, yang menjadi pertanda bahwa hari raya baru saja berlalu.
Gak terasa, sudah hampir setengah bulan, ramadlan berlalu. Masjid pun kembali sepi. Artis-artis kembali berpakaian mini, syaitan2 pun kembali bekerja. Nuansa ramadlan yang selalu dirindu. Ramai orang berbuat ketaatan, dan sungguh memang setiap amal terasa lebih mudah ditegakkan di bulan itu. Kini saatnya berjuang meningkatkan dan mempertahankan ketaatandan ketaqwaan yang telah diasah di bulan Ramadlan. Semoga atsar Ramadlan menjadikan kita terus murnikan niat dan kuatkan azzam dakwah. Amiin.


Posted on September 10, 2011
0